SEJARAH FAKULTAS

            Seiring dengan keinginan rakyat keresidenan Bengkulu untuk memperjuangkan Bengkulu menjadi Provinsi tersendiri, maka umat Islam di daerah ini juga mengimpikan hadirnya Institut Agama Islam Negeri (IAIN BENGKULU) yang berdiri sendiri. Untuk mewujudkan keinginan ini, diawali pada tahun 1963 didirikan Fakultas Syariah di Wilayah Curup Rejang Lebong di bawah naungan yayasan Taqwa (YASWA) IAIN BENGKULU Sumatera Selatan.
Setahun kemudian Fakultas Syariah YASWA IAIN BENGKULU Curup diganti menjadi Fakultas Ushuluddin Yaswa IAIN BENGKULU seiring dengan lahirnya IAIN BENGKULU Raden Fatah Palembang pada bulan November 1964. Fakultas ini pun kemudian diresmikan sebagai Fakultas Ushuluddin IAIN BENGKULU Raden Fatah Cabang Curup.
Selanjutnya, YASWA IAIN BENGKULU Sumatera Selatan Perwakilan Bengkulu mengganti Fakultas Ushuluddin yang ada di Kotapraja Bengkulu menjadi Fakultas Syari’ah YASWA IAIN BENGKULU Sumetera selatan di Bengkulu. Dengan bimbingan Bapak H.M. Ali Amin, SH penguasa daerah provinsi Bengkulu pada waktu itu, Fakultas Syari’ah di Bengkulu tersebut diperjuangkan agar dapat dinegerikan. Perjuangan ini tidak sia-sia, pada bulan Juni 1971 Fakultas Syariah YASWA IAIN BENGKULU Sumatera Selatan di Bengkulu di resmikan menjadi Fakultas Syariah IAIN BENGKULU Raden Fatah Cabang Bengkulu.
Selanjutnya, Soeprapto pada awal jabatannya sebagai Gubernur Bengkulu, membangkitkan kembali perjuangan rakyat Bengkulu untuk memiliki IAIN BENGKULU yang berdiri sendiri di Daerah Bengkulu. Keinginan rakyat Bengkulu ini disampaikan oleh Soeprapto kepada H. Alamsyah Ratu Perwira Negara Perwira Negara Menteri Agama R.I dalam pidato sambutan beliau pada upacara Dies Natalis ke XV IAIN BENGKULU Raden Fatah Palembang di Kotamadya Bengkulu pada bulan November 1979.
Pada waktu itu Provinsi Bengkulu baru memiiki dua Fakultas dalam lingkungan IAIN BENGKULU Raden Fatah Cabang Bengkulu yaitu Fakultas Usuluddin di Curup dan Fakultas Syariah di Bengkulu. Untuk menjadi IAIN BENGKULU sendiri harus dipersiapkan sebuah fakultas lagi berbeda, dalam hal ini tepat adalah Fakultas Tarbiyah di Manna dipindahkan ke kota madya Bengkulu untuk dibenahi dan dipersiapkan menjadi Fakultas tersebut dipindahkan ke Kotamadya Bengkulu dengan nama Fakultas Tarbiyah Semarak Bengkulu.
Seiring wakti, upaya memperjuangkan berdirinya IAIN BENGKULU tersendiri di Provinsi Bengkulu terhenti. Fakultas Tarbiyah Semarak Bengkulu tidak dapat dinegerikan sehingga akhirnya secara bertahap ditutup. Dengan ditutupnya fakultas ini rakyat Bengkulu merasa kehilangan sesuatu yang dirasakan penting kehadiriannya di daerah ini, apalagi Fakultas Tarbiyah adalah Lembaga Pendidikan Tinggi Agama yang akan melahirkan guru-guru umum madrasah-madrasah dan guru-guru agama untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Atas. Sebab itu masyarakat mengharapakn agar diupayakan kembali hadirnya Fakultas Tarbiyah,serta memperjuangkan agar menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN BENGKULU Raden Fatah.
Keinginan masyarkat disampaikan kepada Rektor IAIN BENGKULU Raden Fatah Palembang dan sekaligus mengharapkan bantuan beliau untuk menyampaikan hal tersebut dalam sidang Senat IAIN BENGKULU Raden Fatah Palembang Lokal Jauh Bengkulu menugaskan Rektor IAIN BENGKULU Raden Fatah agar mempersiapkan antara lain menghubungi Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Bengkulu dan mengadakan studi kelayakan untuk itu.
Berdasarkan keputusan Senat IAIN BENGKULU Raden Fatah dan Rekomendasi Gubernur Kepala Daerah Tingkat Provinsi Bengkulu, maka Rektor IAIN BENGKULU Raden Fatah Palembang menerbitkan Surat Keputusan Rektor IAIN BENGKULU Raden Fatah Palembang Nomor : XV tahub 1984 tanggal 1 juli 1984 tentang Operasional Lokal Jauh Bengkulu sekaligus melantik Drs. Badrul Munhir Hamidy sebagai Kuasa Dekan Fakultas tersebut.
Dengan didukung oleh berbagai pihak baik Pemerintah Tingkat I Provinsi Bengkulu maupun para ulama dan cendikiawan serta umat Islam Bengkulu Fakultas Tarbiyah IAIN Bengkulu Raden Fatah Lokal Jauh Bengkulu dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat Bengkulu. Selanjutnya setelah melalui perjuangan yang gigih dari Civitas Akademika IAIN BENGKULU Raden Fatah di Bengkulu, dan didukung Pemerintah Daerah Tingkat I Bengkulu, Kakanwil Departemen Agama Provinsi Bengkulu, dan berbagai lapisan masyarkat, maka Fakultas Tarbiyah IAIN BENGKULU Raden Fatah Palembang Lokal Jauh Bengkulu dapat dinegerkan dan menjadi Fakultas arbiyah IAIN BENGKULU Fatah pada tanggal 9 Juli 1994 yang diresmikan oleh Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama RI.
Dengan telah lengkapnya tiga fakultas yang berbeda tersebut Provinsi Bengkulu yakin Fakultas Ushuluddin di Curup, Fakultas Syariah dan Fakultas Tarbiyah di Bengkulu, bearti persyaratan untuk menjadi IAIN BENGKULU tersendiri telah terpenuhi. Maka Gubernur saat itu, Drs H. Adjis Ahmad meminta kepada Panitia Persiapan IAIN BENGKULU Bengkulu yang telah dibentuk oleh Gubernur sebelumnya, Drs. H. A. Razie Jachja, untuk meningkatkan kerjanya dalam memperjuangkan hadirnya IAIN BENGKULU tersendiri di Provinsi Bengkulu.
Dengan kerja keras Panitia, maka pada September 1995 Tim Studi Kelayakan Persiapan IAIN BENGKULU Bengkulu telah dapat merampungkan tugasnya, menyiapkan proposal pendirian IAIN BENGKULU Bengkulu. Selanjutnya, Bapak Gubernur menyampaikan Surat Permohonan Pendirian IAIN BENGKULU Bengkulu kepada Menteri Agama R.I dengan tembusan kepada pihak-pihak yang berkompeten dengan surat beliau tertanggal 4 September 1996 Nomor : 425.4837/B , dilengkapi dengan Proposal Pendirian IAIN BENGKULU Bengkulu.
Namun, mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, kiranya pada saat yang bersamaan Pemerintah Republik Indonesia telah memutuskan akan menerbitkan Perguruan Tinggi dalam lingkungan Departemen Agama R.I. dimana fakultas fakultas cabang (diluar kampus induknya ) ditetapkan sebagai Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yan berjumlah 33 buah di seluruh Indonesia. Berdasarkan keputusan Presiden R.I Nomor : 11 tahun 1997 dan Keputusan Meteri Agama R.I Nomor : E/125/1997 diresmikan pendirian 33 STAIN di seluruh Indonesia (termasuk Bengkulu) pada tanggal 30 Juni 1997 oleh Menteri Agama R.I, Dr. H. Tarmizi Taher.
STAIN Bengkulu yang diresmikan merupakan penggabungan dari Fakultas Syari’ah dan Fakultas Tarbiyah IAIN BENGKULU Raden Fatah di Benkulu. Pada saat diresmikan STAIN Bengkulu terdiri dari 3 (tiga ) jurusan dan 6 (enam) prodi, yakni (1) jurusan Syari’ah dengan Program Ahwal Syaksyiyah dan Mu’amalah; (2) Jurusan Tarbiyah dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA); (3) Jurusan dakwah dengan program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Unit-unit pendukung yang ada saat itu adalah : (1) Unit Perpustakaan; (2) Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (P3M); (3) Pusat Pengkajian Islam dan Kebudayaan (PPIK); (4) Lembaga Kajian Hukum Islam (LKHI) dan; (5) Unit Pelayanan Bahasa (UPB).
Dalam perjalanannya selama lebih dari 15 tahun STAIN Bengkulu dipimpin oleh Drs. Badrul Munir Hamidy (dari tanggal 30 Juni 1997 sampai dengan 7 Maret 2002) sebagai ketua pertama. Ketua kedua dna ketiga dijabat oleh Dr. Rohimin, M. Ag dan Keempat dijabat oleh Dr. H. Sirajuddin M.M. Ag. MH.
Selama menjadi STAIN Bengkulu, Jurusan dan prodi-prodi terus mengalami perkembangan. Sampai Desember 2012 STAIN Bengkulu memiliki empat jurusan (Syari’ah, Tarbiyah, Ushuluddin, dan Dakwah). Pada di Jurusan Syariah (Ahwal Syaksyiyah (AHS), Muamalah (MUA), Ekonomi Islam (EKIS) dan Perbankan Syariah (PBS). Prodi di Jursan Tarbiyah (Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI). Prodi Jurusan Ushuluddin (Filsafat dan Pemikiran Politik Islam (FPPI) dan Tafsir Hadis (TH).
Dalam perjalanannya, kenyataan bahwa usaha untuk memiliki IAIN BENGKULU sendiri tidak pernah berhenti. Pergantian kepemimpinan di Provinsi Bengkulu dan STAIN Bengkulu tidaklah menjadi kendala. Pergantian generasi kepemimpinan justru meningkatkan perjuangan STAIN untuk menjadi IAIN BENGKULU. Pada masa kepemimpinan Dr. H. Sirajuddin, M.Ag, MH, usaha ini semakin ditingkatkan. Hasilnya sangat membahagiakan, berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 51 tanggal 25 April Tahun 2012 STAIN Bengkulu berubah status menjadi IAIN BENGKULU Bengkuu. Pada tanggal 13 Maret Tahun 2013 IAIN BENGKULU Bengkulu diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Surya Dharma Ali.
Berdasarkan peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 35 tanggal 23 November Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) IAIN BENGKULU Bengkulu memiliki tiga fakultas. Jurusan Syariah menjadi Fakutas Syari’ah dan Ekonomi Islam (FSEI); Jurusan Tarbiyah menjadi Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT); Jurusan Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD).
Uraian diatas menggambarkan bahwa secara historis, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN BENGKULU Bengkulu yang ada saat ini (selanjutnya disingkat FSEI) IAIN BENGKULU Bengkulu merupakan lanjutan dari Fakulas Syariah IAIN BENGKULU Raden Fatah Palembang di Bengkulu dan Jurusan Syari’ah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN ) Bengkulu. Penggabungan antara Syari’ah dan Ekonomi Islam dalam satu fakultas, menjadi diskusi panjang baik di kalangan civitas akademika IAIN BENGKULU maupun masyarakat (user). Hal ini dikarenkan dari sisi akademika dan bidang keilmuan terasa kurang tepat (terkesan dipaksakan). Sebab itu, IAIN BENGKULU Bengkulu melalu FSEI IAIN Bengkulu Bengkulu pada Febuari 2013 telah mengajukan pemisahan Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam menjadi Fakultas Syari’ah & Hukum (FSH) dan Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI)

Admin DPJ