Mahasiswa Fakultas Syariah Prodi HKI Sebagai Juara Ketiga PTQ RRI ke 51 Bengkulu 2021

Mahasiswa Fakultas Syariah Prodi HKI Sebagai Juara Ketiga PTQ RRI ke 51 Bengkulu 2021

Bengkulu-Fakultas Syariah, Pada tanggal 14 April 2021 telah dilaksanakan agenda tahunan Pekan Tilawatil Quran ke 51 RRI Bengkulu 2021. Diikuti oleh 31 peserta yang terdiri dari 24 orang peserta laki-laki dan 7 orang peserta perempuan. Pendaftaran peserta dengan syarat berdomisili Bengkulu, Minimal usia 17 tahun dan maksimal 30 tahun. Kegiatan acara pada tahun 2021 ini dilakukan secara virtual yakni via Zoom meeting. Acara ini dilangsungkan pada tanggal 13 April 2021 sebagai babak penyisihan yang diikuti oleh 31 peserta secara langsung dan final pada tanggal 14 April 2021 final 13 Orang yang terdiri dari 7 peserta laki-laki dan 6 peserta perempuan.

Ketua dewan hakim Paimat Solihin mengatakan kualitas peserta PTQ dari tahun ketahun selalu meningkat, pemenang Putra dan putri yang akan mewakili RRI Bengkulu diharapkan bisa memberikan hasil terbaik di Palembang mendatang.

Untuk pemenang juara pertama diraih oleh Dori Setiawan selaku Alumni Mahasiswa IAIN Bengkulu dan juara kedua diraih oleh Herdiansyah, juara ketiga diraih oleh Al Fajri, harapan I Ledian Purnanda, harapan II Andika Darma Putra dan harapan III Sepdianto selaku Alumni HKI Fakultas Syariah IAIN Bengkulu. Sedangkan juara pertama kategori Putri dimenangkan oleh Miftahul Asri, juara kedua diraih oleh Mas Yanah, juara ketiga diraih oleh Ismi Nurhazanah, harapan I Chepy Zianty, harapan II Rasmiana, dan harapan III Aulia Rahmi. Sementara itu acara puncak PTQ ke 51 tahun ini akan digelar di RRI Palembang.

Para pemenang dalam acara ini mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, bingkisan, serta piagam penghargaan dari RRI Bengkulu beserta sponsor seperti Baznas, Bank Indonesia, BRI, Bank Bengkulu, Nada Fashion dan AQM Travel.

Al-Fajri Baznas juara ketiga dalam perlombaan PTQ RRI ke 51 Bengkulu Tahun 2021 ia sendiri merupakan mahasiswa Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAIN Bengkulu angkatan 2018, tidak hanya itu dia juga bertindak sebagai Muazin Masjid Raya Baitul Izzah Provinsi Bengkulu yang mana telah banyak mengukir prestasi di bidang Musabaqah Tilawatil Quran, pada tahun 2019 lalu ia berhasil menjadi juara ketiga atas perlombaan MTQ Provinsi Bengkulu XXXIV 2019 yang diselenggarakan di Mukomuko, Bengkulu.

“Kesan mengikuti perlombaan yakni saya sebagai peserta yang tergolong junior dengan usia 20 tahun mengikuti kegiatan tersebut ialah untuk ikut meramaikan perlombaan. Dan untuk kesan setelah saya mendapatkan juara yakni saya sangat mengapresiasi persiapan yang telah dilakukan oleh panitia, selanjutnya saya juga tidak menduga akan menjadi juara pada perlombaan tahun ini, serta saya merasa jika kegiatan PTQ tahun ini terasa unik karena dilakukan secara virtual yang mana para peserta harus memperhatikan lokasi dan kestabilan data internet agar proses pembacaan tidak terputus.” Ungkap Al Fajri selaku peserta dan juara PTQ RRI ke 51.

Adapun pesan yang disampaikan Al Fajri selaku juara ketiga PTQ RRI ke 51 Bengkulu tahun 2021 ini ia berharap dengan adanya antusias RRI yang melakukan perlombaan PTQ setiap tahun dapat menjadi ajang hadirnya para tilawatil Quran yang semakin baik, bertambahnya peserta yang ikut berpartisipasi perlombaan ini serta dapat termotivasi untuk mempelajari Quran di kehidupan sehari-hari.

Sementara itu acara puncak PTQ ke 51 tahun ini akan digelar di RRI Palembang. Pemenang dari PTQ RRI Bengkulu akan bertemu dengan para pemenang tingkat provinsi pada PTQ tingkal nasional pada tanggal 5 Mei 2021 mendatang.

 

HIMA HKI Peduli Korban Bencana NTT

HIMA HKI Peduli Korban Bencana NTT

Bengkulu-Fakultas Syariah, Bencana alam angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor menerpa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Minggu (4/4/2021).

Berdasarkan Peta Kejadian Bencana Alam Provinsi NTT milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sepuluh kabupaten dan kota terdampak bencana yang melanda Provinsi NTT.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melaporkan, hingga Jumat (9/4/2021) ada 165 korban jiwa akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sebanyak 45 orang masih hilang.

Kejadian banjir dan longsor ini mendatangkan kerugian yang sangat besar sehingga masyarakat yang terdampak harus diungsikan selama tim BNPB melacak keberadaan korban yang belum ditemukan.

Dengan hadirnya bencana ini Indonesia sedang merasakan kesedihan yang mana memakan korban yang cukup banyak dan belum ditemukan. Kesedihan yang dirasakan saudara sebangsa tanah air juga dirasakan oleh masyarakat di luar Provinsi NTT terutama bagi wilayah daerah yang terdampak.

Bantuan sumbangsih berupa materi dan non materi terus diberikan oleh masyarakat untuk segera pulihnya NTT. Berbagai macam aliansi-aliansi kemanusiaan untuk menggalang dana baik melalui via online bahkan terjun lapangan secara langsung di berbagai titik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan selama Covid-19 berlangsung.

Aliansi Bengkulu Peduli Bencana bekerjasama dengan beberapa Aliansi lainnya seperti MRI, ACT, BAZNAZ serta ORMAWA Kampus di kota Bengkulu- salah satunya Institut Agama Islam Negeri Bengkulu yang juga ikut andil bersama perguruan tinggi lain seperti UNIB, UMB ikut bergerak menggalang dana di beberapa titik salah satunya di kawasan

Pagar Dewa dan simpang empat Polda Bengkulu oleh Himpunan Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAIN Bengkulu, KM 8 oleh IMKB UNP, Simpang lima, Ratu Samban oleh UKM Seni Sinar UMB, Lingkar Barat dan kawasan Danau oleh BEM Fisipol UMB.

Kegiatan aksi galang dana ini dilakukan sejak Jumat (9/4/21) sampai dengan Minggu (11/4/21) yang dimulai pada puku 08.00 WIB s.d. Selesai. Adapun untuk yang ingin berdonasi secara non tunai dapat melakukan transaksi transfer Via Bank yakni dengan melalui No. rekening BNI Syariah 8800004348 (Aksi Cepat Tanggap).

Dana yang akan terkumpul ini akan segera didonasikan untuk saudara-saudara kita yang ada di NTT terutama bagi para korban yang saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan kita.

Tasyakuran Khataman Kajian Kitab Fakultas Syariah IAIN Bengkulu

SYA_Bertempat di mimbar akademik fakultas syariah IAIN Bengkulu, pada hari Jumat, 22 Januari 2021. Fakultas syariah mengadakan tasyakuran khataman kajian kitab, Program  kajian kitab ini merupakan program unggulan yang ada di Fakultas Syariah yang sudah dilaksanakan dari tahun 2017. adapun kitab yang di khatamkan pada Tahun 2021 ini yaitu Kitab Tankihul Qaul.

KegiatanTasyakuran Khataman Kajian Kitab ini  di hadiri langsung Dekan Fakultas Syariah Dr. Imam Mahdi, SH MA beserta  wadek I dan Wadek II.

Disampaikan Dekan Fakultas Syariah bahwasanya program kajian kitab ini merupakan program unggulan Fakultas Syariah yang dilaksanakan setiap hari jumat pagi yang diikuti oleh dosen dan karyawan di lingkungan Fakultas Syariah.

Dekan Fakultas Syariah juga berpesaan kepada seluruh Civitas Akademika Fakultas Syariah IAIN Bengkulu agar dapat ikut serta dalam mempelajari  khazanah keilmuan Islam salah satunya yaitu dengan mengkaji kitab kuning.

Dalam kegiatan ini juga Dekan Fakultas Syariah Melaunching Buletin  El-Turats. Buletin tersebut berisi tentang hasil ringkasan kajian-kajian kitab kuning yang dikaji rutin setiap jumat pagi di Fakultas Syariah dan Buletin ini diterbitkan setiap satu bulan sekali.

Dalam sambutan terakhir Dekan Fakultas Syariah berpesan kepada seluruh Dosen agar dapat menghidupkan suasana akademik yang berkaitan dengan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Upacara HAB Kemenag RI Tahun 2019

Meriah Dekan Cup 2018 Dengan peserta Se-Provinsi Bengkulu

Seminar Nasional Fakultas Syariah Iain Bengkulu,“Islam Nusantara Menakar Maslahat dan Mudharat bagi Umat”

Bengkulu,08 Oktober 2018 – Seminar Nasional Fakultas Syariah Iain Bengkulu. Dengan Tema “Islam Nusantara Menakar Maslahat dan Mudharat bagi Umat” . Dengan menghadirkan Narasumber : Dr. KH.Abdul Moqisth,M.Ag dan Dr.KH.Marzuki Wahid.MA.Dan Dihadiri Rektor IAIN Bengkulu Prof. Drs.H.Sirajuddin M.M.Ag.M.H. Dekan Fakutas Syariah Dr. Imam Mahdi M.H wakil dekan I,II,III. Ka.Prodi Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, dan Hukum Tata Negara. Dan Polres Bengkulu serta Tamu undangan  Ketua-ketua NU di Provinsi Bengkulu.

Acara tersebut dibuka oleh Rektor dan sekaligus memberi sambutan “Islam Di Nusantara adalah Islam yang sudah ada sejak berabad-abad”

Dr. KH.Abdul Moqisth,M.Ag menyampaikan bahwa islam Nusantara tidak memasuki wilayah aqidah. Karena dimanapun umat islam tuhannya adalah Allah. Dan Islam di Nusantara tidak memasuki wilayat Ibadah”

Agama Islam Merupakan Agama yang rahmatan li amainin jadi dimanapun  dan apapun suku dan budayanya tetap tuhanya Adalah Allah, Nabinya Nabi Muhammad, kiblatnya kahbah dan bersumber pada Al-Quran dan Sunnah.

Acara Diskusi dan Bedah buku : Jihad Nahdatul Ulama Melawan Korupsi

Bengkulu, 08 Oktober 2018 – acara Diskusi dan Bedah buku : Jihad Nahdatul Ulama Melawan Korupsi yang berlangsung di aula prof. Drs. K.H. Dzaman Nur IAIN Bengkulu acara ini dimulai dari pukul 14.00 wib. Dengan dihadiri dosen fakultas syariah dan tamu undangan sebanyak 23 orang dan mahasiswa fakultas syariah sebanyak 139 orang. Acara ini dimulai dengan penyampaian kata sambutan dari dekan fakultas syari’ah yakni, Dr. Imam Mahdi, S.H.,M.H dan dilanjutkan Dengan pembuka acara oleh rektor IAIN Bengkulu yakni, prof. Dr. H. Sirajuddin M, M.Ag

Narasumber pada acara ini diantaranya Dr. K.H. Marzuki Wahid, M.A beliau merupakan dosen uin jakarta, Dr. K.H. Abdul Muqsith Ghozali, M.Ag dan prof. Dr. Herlambang, S.H., M.H beliau adalah ahli hukum pidana fakultas hukum UNIB. Pada diskusi kali ini membahas mulai dari pengertian dan pemahaman tentang korupsi baik dalam segi yuridis, internasional maupun pandangan ulama tentang korupsi. Tak hanya itu pada kesempatan ini juga diterangkan berbagai jenis korupsi menurut kacamata Islam, berbagai dampak yang disebabkan oleh korupsi hingga subjek yang dapat terjerumus ke dalamnya.

“ beberapa istilah fiqh yang berkaitan dengan korupsi diantaranya sariqoh (pencurian), ghulul (penggelapan), risywah (suap) dan lain sebagainya” uangkap Dr. K. H. Marzuki Wahid, M.A. Kegiatan ini terkesan interaktif karena peserta  tampak antusias menanggapi dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada narasumber.